Doktrin Nguntit

Nguntit itu kata-kata yang terekam dalam benak gue sebagai pengganti mengikuti atau follow pada banyak tren social media. Emang, secara harfiah kata kuntit, menguntit, atau nguntit punya makna yang ga bagus. Semacam lo bangun tidur trus ngebaca sms dari TTM sesama jenis lo yang ngasih informasi bahwa pacar yang udah dianggap suami sendiri itu selingkuh. Bakhan TTM sesama jenis lo itu ngasih tau info spesifik si cewe selingkuhan serta tempat janjian makan malemnya. Percaya ga percaya, lo pasti langsung membara ubun-ubunnya dan menyiapkan misi rahasia. Menguntit, mengikuti dari belakang pacar lo sampai ketemu cewe jahanam itu.

Kurang lebih seperti itu makna menguntit dibalik cerita tadi, mengikuti tanpa sepengetahuan orangnya. Walau ga bagus maknanya, tapi menurut gue itu keren. Karena tujuan kata Nguntit sebagai site title blog gue agar para pembaca mengikuti blog gue dimanapun berada. Mungkin pas lagi buka dekstop di kamar, buka laptop di cafe, buka tablet dijalan, atau buka smartphone di toilet justru merasa bahagia dan ketawa-ketiwi karena mengikuti dan membaca blog gue. Walau pembaca menguntit blog gue, tapi gue dah halalkan. Jadi tindakan pembaca itu bukan suatu dosa besar dengan ancaman neraka. So, berbahagialah.

Ngomongin soal Nguntit pasti ada yang dikuntit dan yang menguntit. Sebutan buat yang dikuntit itu Kuntit dan yang menguntit alias pembaca itu nguntiters. Setuju ga setuju, suka-suka Sang Pencipta Blog atau dalam bahasa kerennya kehendak nguntiters terabaikan karena kuntit berkehendak lain. Tapi tak usah bersedih, karena tak selamanya seperti itu. Gue tau yang lo mau.

Oke, sebelum berpisah. Ada kata-kata mutiara dari gue.

Tuhan tau, jika yang dikuntit mengizinkan, maka pintu neraka tertutup bagimu.

Tulisan Juru Kuntit

Nguntit Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.